KESEHATAN RAHIM, MIOMA, CERVIKS DAN OPERASI PENGANGKATAN RAHIM

Menjaga kesehatan rahim perlu dilakukan oleh setiap wanita sepanjang hayat karena rahim tetap dibutuhkan oleh wanita pada segala tingkatan umur. Penelitian-penelitian terbaru tentang rahim telah menunjukkan pentingnya keberadaan rahim pada wanita. 

Adalah kurang pas istilah yang ada selama ini bahwa jika masa-masa melahirkan anak sudah selesai maka rahim tidak lagi penting dan dapat diangkat supaya tidak menjadi tempat untuk bertumbuh dan berkembangnya penyakit seperti tumor dan kanker. Ini pandangan yang tidak didasari ilmu pengetahuan terbaru tentang peranan rahim bagi kesehatan wanita. Tetapi sayang tidak semua wanita memiliki rahim yang sehat karena berbagai sebab.

Kesehatan rahim tidak terlepas dari kesehatan organ-organ wanita lainnya terutama:

  1. Ovarium atau indung telur.
  2. Kelenjar pituari di otak.
  3. Orga hati.
  4. Kesehatan saluran pencernaan terutama lambung dan usus halus.

Bertumbuh dan berkembangnya penyakit-penyakit di rahim, serviks, dan begitu juga di vagina dapat terjadi karena faktor:

  1. Makanan dan minuman. Makanan dan minuman termasuk bumbu masak, cara memasak, alat masak, dan alat makan-minum memegang peranan yang paling penting. 
  2. Pola hidup seperti kebiasaan merokok, kerja malam, begadang, dll..
  3. Lingkungan seperti lingkungan yang banyak mendapat paparan elektromagnetik (lingkungan di luar diri), dan penggunaan alat alat kecantikan yang berbahan logam berat, hormon dan plastik (lingkungan di dalam diri) 
  4. Penggunaan obat-obatan yang tidak tepat.
  5. Psikologis atau kejiwaan seperti stress.
  6. Infeksi mikroorganisme seperti infeksi virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, dan keguguran.
  7. Peredaran hormon insulin yang sangat tinggi di dalam pembuluh darah baik insulin alami yang diproduksi oleh pankreas maupun insulin sintetis dalam bentuk suntikan insulin dan obat-obatan medis diabetes.  
  8. Penanganan medik konvensional terhadap penyakit-penyakit rahim seperti kiret terhadap endometriosis, dan pengangkatan mioma.
  9. Penggunaan alat kontrasepsi yang tidak tepat.
  10. Genetika atau keturunan.  

Ketika wanita mengidap kelainan rahim, kita cenderung menyalahkan faktor keturunan atau genetika padahal faktor keturunan tidak akan berkembang jika tidak didukung oleh faktor-faktor lain terutama faktor makanan dan minuman.  Oleh karena itu untuk menjaga kesehatan rahim maka faktor-faktor penyebabnya perlu disikapi secara bijaksana agar dapat terhindar dari:

  1. Endometriosis atau kista endometriosis.
  2. Penebalan dinding rahim, polip serviks (mulut rahim).
  3. Tumor jinak mioma, kanker rahim.
  4. Kista vagina, kanker vagina.
  5. Kanker serviks.
  6. Sering keguguran.
  7. Dan penyakit-penyakit lain yang terkait dengan kesehatan rahim secara langsung maupun secara tidak tidak langsung.    

MIOMA UTERI

Mioma merupakan salah satu bentuk penyakit rahim yang menimpa hampir 40% wanita pada rentang usia 25 hingga 45 tahun. Bahkan ada wanita usia 22 tahun di daerah kami telah menderita mioma serius dimana mioma telah menyebabkan gangguan serius, dan sering  buang air kecil hingga 25 kali sehari. Mioma uteri juga dikenal dengan nama-nama:

  1. Tumor fibroid
  2. Fibroid uteri
  3. Leiomioma
  4. Fibroma
  5. Fibromioma
  6. Tumor
  7. Tumor jinak.  

Tumor fibroid ini juga dapat tumbuh di bagian-bagian lain tubuh wanita dan bahkan di paru paru. Dan tumor mioma dapat tumbuh di rahim mulai dari satu hingga berpuluh-puluh jumlahnya.

JIKA TERDIAGNOSA MENGIDAP MIOMA

Jika terdiagnosa menginap mioma, pertimbangkanlah fakta-fakta ilmiah berikut ini menurut Scott C. Goodwin, M.D. professor ilmu radiologi fakultas kedokteran universitas UCLA Amerika Serikat, dan Michael Broder, M.D., assiten professor fakultas obstetrik dan ginekologi di universitas yang sama di dalam buku mereka “What Your Doctor May Not Tell You About Fibroids“ – Apa Yang Tidak Boleh Dikatakan Oleh Dokter Kepada Anda Tentang Mioma“.

Fakta-fakta tentang mioma yang perlu dipertimbangkan:

  1. Mioma bukanlah kanker, mioma tidak menyebabkan kanker, dan mioma bahkan tidak akan meningkatkan resiko wanita untuk menderita kanker endometrium (kanker rahim).
  2. Mioma cendrung  bersifat keturunan atau genetika, dan wanita-wanita yang tidak pernah melahirkan sering menderita mioma. Kecendrungan ini menurut dokter Robert Lee hanya memegang peranan sekitar 10%, faktor yang paling besar adalah makanan  sekitar 70%, dan faktor-faktor lain sekitar 20%.
  3. Stategi yang paling baik terhadap mioma adalah tetap berjaga-jaga kecuali Anda telah mengalami gejala-gejala yang membutuhkan penanganan.
  4. Kondisi-kondisi lain yang sering disalahartikan sebagai mioma adalah adenomiosis (kista coklat), kista indung telur, dan polip rahim.
  5. Sebagian besar wanita yang mempunyai mioma dapat hamil dan melahirkan tanpa mengalami kesulitan.  
  6. Mioma dapat tetap stabil atau menghilang, khususnya setelah masa mensturasi berakhir (menopause).
  7. Obat-obatan medis kadang-kadang dapat memperkecil ukuran mioma dan dapat mengontrol gejala-gejalanya tetapi berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang.
  8. Stress dapat mempengaruhi mioma.
  9. Mioma bersifat lokal dan tidak menyebar seperti kanker.
  10. Mioma cendrung membesar ukurannya menjelang datang haid karena aktivitas hormonal meningkat, dan kemudian mengecil setelah mensturasi berakhir.
  11. Mioma kadang-kadang dapat tumbuh secara bersamaan dengan kista ovarium, polip serviks, dan endometriosis.
  12. Meskipun ukuran mioma itu besar tetapi mioma itu tidak mengganggu anda, atau jika anda merasa dapat merasa nyaman dengan permasalahan tersebut, maka anda tidak perlu mengambil langkah-langkah drastis untuk menanganinya.

HIDUP NORMAL BERSAMA MIOMA  

Banyak wanita yang tetap memilih hidup normal dengan miomanya seperti kehidupan yang dijalani oleh beberapa wanita di Mataram Lombok dengan kondisi bahwa mioma tersebut tidak menyebabkan perdarahan berat. Mereka memilih untuk tidak melakukan operasi pengangkatan mioma dan rahimnya atas dasar pertimbangan-pertimbangan akan resiko kesehatan jangka panjang yang dapat menimpa mereka seperti:

  1. Percepatan pengeroposan tulang.
  2. Penyakit pembuluh darah jantung dan otak.

Dengan ukuran mioma yang masih dibawah 8 cm secara fluktuatif, artinya menjelang masa haid ketika aktivitas hormonnya meningkat ukuran miomanya juga membesar, dan ketika haid telah selesai ukuran miomanya juga mengecil, mereka dapat hidup tenang dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa merasa dibebani oleh keberadaan mioma di dalam rahimnya sambil tetap melakukan pemeliharaan rutin kesehatan ovarium dan kesehatan organ hati agar tidak terjadi kelainan kesehatan dalam bentuk penyakit-penyakit  lain.

BERAKHIRNYA MIOMA

Mioma akan berhenti berkembang, dan bahkan hilang sama sekali pada usia menopause. Jadi tidak ada yang perlu ditakuti dengan mioma karena mioma bukanlah kanker dan tidak akan berkembang menjadi kanker.

PENANGANAN MIOMA 

Kita perlu mengesampingkan pendapat umum yang ada selama ini bahwa Tidak Ada seorangpun yang tahu secara pasti mengapa mioma muncul dan berkembang pada wanita. Pendapat umum tentang penyebab mioma ini sesungguhnya merupakan tata cara yang membawa kita untuk fokus pada penanganan mioma, bukan kepada penyebab-penyebab mioma, padahal dengan belajar kita akan tahu penyebab-penyebab munculnya, berkembangnya, memburuknya, dan lenyapnya mioma pada wanita secara pasti.

Penanganan medis dapat dilakukan dalam bentuk seperti:

  1. Penggunaan obat-obatan kimia.
  2. Operasi pengangkatan mioma.
  3. Penyedotan mioma lewat perut.
  4. Penyedotan mioma lewat lubang vagina.
  5. Embolisasi mioma.   
  6. Operasi pengangkatan mioma sekaligus dengan operasi pengangkatan rahim. 
  7. Operasi pengangkatan mioma sekaligus dengan operasi pengangkatan rahim dan mulut rahim.
  8. Jika kondisi kesehatan setelah operasi pengangkatan mioma atau rahim tidak juga membaik yang biasanya disebabkan oleh pemburukan kondisi kesehatan ovarium maka biasanya akan dilakukan operasi pengangkatan ovarium.

Jika penanganan medis  tidak menjadi pilihan, maka penanganan-penanganan lainnya dapat menjadi pertimbangan seperti:

  1. Penanganan bersama dokter naturopati.
  2. Penanganan bersma dokter oriental.
  3. Penanganan bersama dokter medik yang menggunakan cara-cara dokter naturopati dan dokter oriental.
  4. Penanganan cara lain bersama praktisi-praktisi berilmu dan berpengalaman. 

PENANGANAN SPANATURO   

Medobura Sumbawa (Terapi Medoras), yaitu Pengobatan Naturopati Herbal Analitik Terpadu (Integrative and Naturopathic Herbalism Medicine) merupakan tradisi pemulihan penyakit, pencegahan kekambuhan penyakit, dan seni pemeliharaan kesehatan Sumbawa yang menggabungkan berbagai pendekatan secara terpadu. Terapi Medoras merupakan hasil penggabungan tradisi luhur seni pemulihan penyakit Sumbawa yang berbasis penggunaan tanaman-tanaman obat unggulan (Lolo Kayu) dengan pendekatan kedokteran naturopati oriental yang dibangun berdasarkan ilmu kedokteran, psikologi kesehatan, nutrisi dan keamanan pangan, pola hidup sehat, farmakologi tumbuh-tumbuhan, dan didukung oleh adanya bukti-bukti kesembuhan (evidences-based).

Penanganan terpadu ini diberikan dalam bentuk:

  1. Konsultasi untuk mempelajari data-data medis penderita penyakit.
  2. Penguatan kondisi psikologi melalui pemberian edukasi komprehensif tentang penyakit dan bentuk-bentuk penanganan penyakit berdasarkan ilmu kedokteran baik kedokteran allopati (western medicine - medis), maupun kedokteran naturopati dan kedokteran oriental.
  3. Makanan sehat dan menyehatkan, tentang pilihan bahan makanan,  cara memasak, bumbu masak, alat memasak, alat makan minum, dan contoh-contoh menú makanan sehari-hari.
  4. Pola hidup sehat yang dapat menunjang proses pemulihan penyakit.
  5. Ramuan herbal organik dalam bentuk simplisia murni (Herbal NagaVit Exclusif) untuk direbus sendiri dan air rebusannya diminum sesuai petunjuk. Formula ramuan dibuat sedemikian rupa setelah melakukan analisa menyeluruh terhadap rekam medik. 

Untuk itu kami  menyediakan Buku Saku yang memuat tentang terapi psikologi, daftar makanan sehat dan contoh-contoh menu makanan, dan pola hidup. Buku Saku akan dikirim bersama dengan paket ramuan murni organik ke alamat Anda masing-masing.

Medobura Sumbawa (Terapi Medoras) bersama Spanaturo telah terbukti effektif membantu mempercepat proses pemulihan penyakit.   

KEKAMBUHAN MIOMA PASCA OPERASI

Ada berbagai faktor penyebab yang telah membawa wanita kepada operasi pengangkatan mioma atau miomektomi. Sebelum melakukan perawatan organik naturopati pencegahan kekambuhan mioma, pastikan dulu bahwa operasi yang dilakukan adalah Operasi Pengangkatan Mioma, BUKAN Operasi Penangkatan Rahim dan Mioma.

Setelah operasi pengangkatan mioma, mioma baru dapat muncul kembali. Kekambuhan mioma terjadi dari faktor-faktor penyebab yang sama seperti kemunculan mioma untuk pertama kalinya.  Kekambuhan mioma dapat disebabkan oleh:

  1. Kurangnya penguasaan informasi tentang kesehatan wanita yang dimilki oleh wanita mantan penderita mioma.
  2. Makanan dan minuman yang tepat terutama tentang syarat-syarat makanan sehat, bahan makanan, bumbu masak, alat masak, dan tata cara memasak sehat. Makanan dan minuman dapat menjadi obat dan dapat menjadi sumber penyakit.
  3. Faktor psikologi.
  4. Pola hidup yang tidak mendukung.
  5. Penurunan fungsi ovarium.
  6. Penurunan fungsi hati.
  7. Penurunan fungsi organ-organ penting lainnya.

PENGANGKATAN RAHIM ATAU HISTEREKTOMI DAN AKIBATNYA

Dalam hubungannya dengan pengangkatan rahim atau operasi histerektomi, kami akan membandingkan dua perspektif medik konvensional yang berbeda yaitu:

  1. kelompok  medik yang mendukung sama seperti apa yang paling banyak dilakukan di Indonesia.
  2. kelompok medik yang menentang keras kecuali dengan alasan keterpaksaan. 

ALASAN DAN TANTANGAN DOKTER MEDIK TERHADAP HISTEREKTOMI

Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim merupakan salah bentuk penanganan medik konvensional yang kontrovesial dewasa ini yang dilakukan oleh dokter medik. Kontroversi  ini muncul dari perasaan-perasaan bahwa banyak dari prosedur-prosedur ini tidak penting adanya. Studi terbaru menemukan bahwa meskipun banyak upaya yang telah dilakukan untuk mendidik dokter Sp.OG. tentang alternatif pengganti histerektomi, tetapi laju histerektomi tidak menurun. Saya selaku pribadi percaya bahwa sekarang ada banyak alternatif pengganti histerektomi (Dokter William H. Parker, M.D.). Dokter-dokter  di Prancis hampir tidak pernah melakukan operasi pengangkatan rahim karena alasan mioma.

Keputusan dokter Amerika (juga di Indonesia) dan keputusan dokter Prancis terhadap histerektomi sangat berbeda sekali, dan ini dapat dipengaruhi oleh:

  1. Perbedaan sikap budaya
    Di negara-negara tertentu seperti kita di Indonesia, budaya kita mempunyai sikap yang masih sangat menghargai dokter sehingga apa yang dikatakan oleh dokter tersebut dianggap benar adanya. Sedangkan di beberapa negara lain, masyarakat memiliki budaya lain seperti budaya belajar dari sumber-sumber yang berbeda sehingga apa yang dikatakan oleh satu dokter belum sama seperti yang dikatakan oleh dokter-dokter yang lain.

  2. Tingkat dan kwalitas pendidikan dokter
    Tidak semua dokter memiliki indeks prestasi (IP) yang sama ketika menempuh pendidikan di kedokteran. Dan pendidikan kedokteran juga berbeda-beda seperti fakultas kedokteran medik yang menghasilkan dokter medik (M.D), fakultas kedokteran naturopati yang menghasilkan dokter naturopati (N.D), dan fakultas kedokteran chiropractic yang menghasilkan dokter chiropractic (D.C)., fakultas kedokteran Ayurveda yang menghasilkan dokter Ayurveda, dan fakultas kedokteran oriental yang menghasilkan dokter oriental (DOM). Dokter-dokter ini memiliki tingkat dan kwalitas pendidikan yang berbeda sehingga akan menentukan pola penanganan kepada pasien apakah hanya melakukan penanganan, atau pemulihan. 

  3. Ketersedian pilihan pembedahan di negara-negara tertentu.

  4. Kemampuan untuk membayar biaya perawatan
    Berobat juga merupakan sebuah prestise. Bagi beberapa orang ketika biaya pengobatan dan perawatan yang tinggi dapat dibayar, berarti prestise juga akan ikut naik.  


PERTIMBANGAN-PERTIMBANGAN SEBELUM OPERASI

Sebelum mengambil keputusan akhir untuk menjalani histerektomi, Anda membutuhkan pertimbangan-pertimbangan lain sebagai pendapat kedua mengingat bahwa tradisi histerektomi yang mulai berkembang sejak tahun 1969 ketika seorang dokter Amerika Serikat menulis tentang histerektomi di dalam literatur  kedokteran. Tulisan ini akhirnya diteliti ulang kembali oleh Elizabeth Plourde, C.L.S., M.A. melalui penelitian yang dilakukan selama 15 tahun.

Dokter William H. Parker, M.D, dan Rachael L. Paker di dalam bukunya A Gynecoligist’s Second Opinion: The Questions and Answers You Need to Take Charge of Your Health, dan Elizabeth Plourde, C.L.s., M.A. di dalam bukunya Your Guide to Hysterectomy, Ovary Removal, & Hormon Replacement oleh Elizabeth Plourde, C.L.S., M.A. mengatakan bahwa Rahim Tidak Perlu Diangkat dan harus tetap berada bersama perempuan baik pada perempuan muda, perempuan dewasa, mau pun pada perempuan tua karena rahim itu merupakan salah satu pelindung kesehatan wanita dalam hidupnya. Kedua ahli tersebut melarang pengangkatan rahim seperti apa yang dilakukan oleh dokter-dokter medik pada umumnya.

Tetapi beliau setuju terhadap pengangkatan rahim jika terdapat kanker rahim. Jika kanker tersebut berada di rahim maka rahimnya saja yang dapat diangkat, jangan angkat ovariumnya, begitu juga jika kanker tersebut  terdapat di  ovarium maka ovariumnya saja yang diangkat jangan angkat rahimnya, katanya.  Karena berbagai akibat kesehatan jangka pendek dan jangka panjang terhadap wanita jika rahim diangkat, maka kedua ahli tersebut tidak setuju jika pengangkatan dilakukan atas dasar:

  1. Sterilisasi pada wanita yang telah berusia 40 tahun ke atas dengan dasar bahwa rahim hanya dibutuhkan untuk menghasilkan anak, dan jika tidak lagi menginginkan anak maka rahim tidak lagi diperlukan, dan agar tidak menjadi tempat munculnya kanker maka rahim dapat diangkat. Filosofi ini merupakan filososfi kuno yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan terbaru tentang rahim, dan tentang fungsi-fungsi melindungi  rahim terhadap kesehatan semua wanita.
  2. Mioma uteri yang bersifat jinak di rahim. Sebagian besar operasi pengangkatan rahim dilakukan atas alasan mioma uteri. Ketika rahim diangkat maka ovarium akan mengalami penurunan kwalitas secara dramatis sehingga menghasilkan resiko kesehatan jangka panjang pada wanita.
  3. Endometriosis atau juga sering dinamakan kista endometriosis.
  4. Untuk menghilangkan keluhan sakit pinggul, padahal setelah rahim diangkat keluhan sakit pinggul tidak akan pernah selesai bahkan semakin bertambah kecuali mengkonsumsi obat penghilang rasa nyeri dalam berbagai tingkatan sesuai dengan tingkatan sakit pinggul.
  5. Untuk mengatasi perdarahan yang bukan terjadi karena kanker rahim tetapi karena mioma atau endometriosis.
  6. Untuk mengatasi endometriosis.
  7. Untuk mengatasi kanker rahim.   

AKIBAT HISTEREKTOMI

Operasi pengangkatan rahim BUKAN merupakan solusi satu-satunya terhadap penyakit-penyakit rahim kecuali terhadap kanker rahim. Histerektomi menimbulkan resiko kesehatan jangka panjang terhadap wanita. Dan resiko-resiko ini perlu dipertimbangkan sebelumnya, atau perlu disadari sesudah operasi terlanjur dijalani. Resiko-resiko tersebut dapat berupa:

1.     Depresi

2.     Tekanan darah tinggi

3.     Pembengkakan jantung atau penyakit jantung hipertensif 

4.     Pengeroposan tulang segera atau osteoporosis segera

5.     Menopause prematur

6.     Vagina kering

7.     Gairah seksual hilang

8.     Gangguan tiroid ringan hingga kanker tiroid

9.     Penyempitan pembuluh darah di jantung

10.  Pengerasan pembuluh darah di jantung

11.  Penyumbatan pembuluh darah di jantung

12.  Stroke ringan

13.  Stroke berat

14.  Stroke susulan

15.  Serangan jantung

16.  Migren hormonal

17.  Gangguan pencernaan

18.  Menjadi pengguna obat-obatan

19.  Rahim turun 

20.  Vagina turun

21.  Penuaan dini 

22.  Berbagai gejala gangguan hormonal khusus sesuai dengan jenis masing-masing hormon yang mengalami gangguan.

Jika akibat kesehatan jangka panjang sanggup untuk dijalani maka pengangkatan rahim dapat menjadi pilihan. Dan juga dapat menjadi pilihan terbaik jika merasa terganggu dengan tumor mioma, kista endometriosis yang selalu menimbulkan perdarahan berat, dan kanker rahim. 

TATA CARA MENGIKUTI TERAPI

Peserta terapi tidak perlu datang ke alamat kami di Mataram Lombok. Cukup melakukan konsultasi jarak jauh dengan memanfaatkan sarana komunikasi yang ada seperti HP, telpon, BBM, WA, E-mail, dll.. Sebelum melakukan konsultasi, silahkan siapkan data-data medis seperti:

  • Hasil pemeriksaan lab darah.
  • Hasil pemeriksaan urin. 
  • Hasil USG.
  • Hasil CT-scan.
  • Hasil MRI
  • Dan data-data lainnya. 

Data-data medis ini sangat diperlukan untuk kepentingan pengambilan keputusan dan untuk menyusun detail penanganan termasuk pembuatan formula ramuan herbal. Ramuan herbal tidak dibuat sebelum ada hasil analisa terhdapa data-data medis karena ramuan herbal NagaVit Exclusif ini merupakan ramuan herbal obat organik analitik. 

Konsultasi: silahkan hubungi kami